Every moment, every condition, every problem, has its truth. We need to find out what make all of them becoming important in our life. Whether we like it or not, the content of truth introduce us to an important attitude toward.
When I had car crashing with motorcycle last Saturday. I was so scare and worry about the accident. I thought that all of the happening come so quickly. At that time I didn't realize the condition, the motor cycle and the others things. I just came to know, that as soon as I realize, all that accident happened. After that, I tried to understand, behind the scene, what will God taught me.
Pay attention to every condition is crucial attitude for me. If I just make it easy with what may I thought about, It won't be good value of truth. Behind the scene, at last, I found out, God want me to be holy. God's words so clear, He want every Christian being a Christ-Liked model in their life.
So, I come to know, I come to learn again, being holy in whole of my life, especially in my MIND. It's very wonderful, it's very expensive experience for me. Thanks God. Thanks Jesus Christ.
In the moment of devotion - Se - return soon.....
beatus ille servus quem cum venerit dominus eius invenerit sic facientem (Mat. 24:46)
Rabu, 10 November 2010
Rabu, 10 Februari 2010
I am Back
Tidak terasa waktu lewat begitu cepat. Satu tahun telah berlalu, ganti di tahun yang baru.
Sudah lama juga tidak mengisi blog, tempat curhat ini. Ya ketidak-konsisten-an memang merupakan tantangan yang tidak mudah bagi saya.
Tapi, paling tidak, kali ini bisa bangkit untuk menulis lagi.i
Saat seseorang berjalan ke tempat yang jauh, dengan tujuan yang jelas dia akan ke mana, tentu dia juga akan pulang kembali. Entah dia rindu pulang, atau karena aturan, dia harus pulang, akhirnya memang dia pulang. Seorang penulis juga begitu, kalau sudah terlalu lama pergi, pergi dari kebiasaan nulisnya, dia akan kembali juga, bukan karena dituntut tetapi karena "itulah panggilan", dia akan terus rindu.
I am back to WRITE again.
I am back to SEE my world with the eyes of writing material
I am back to REVIEW what I've seen in daily
I am back to LEARN more how to wrie
.............Nice to write......
Sudah lama juga tidak mengisi blog, tempat curhat ini. Ya ketidak-konsisten-an memang merupakan tantangan yang tidak mudah bagi saya.
Tapi, paling tidak, kali ini bisa bangkit untuk menulis lagi.i
Saat seseorang berjalan ke tempat yang jauh, dengan tujuan yang jelas dia akan ke mana, tentu dia juga akan pulang kembali. Entah dia rindu pulang, atau karena aturan, dia harus pulang, akhirnya memang dia pulang. Seorang penulis juga begitu, kalau sudah terlalu lama pergi, pergi dari kebiasaan nulisnya, dia akan kembali juga, bukan karena dituntut tetapi karena "itulah panggilan", dia akan terus rindu.
I am back to WRITE again.
I am back to SEE my world with the eyes of writing material
I am back to REVIEW what I've seen in daily
I am back to LEARN more how to wrie
.............Nice to write......
Jumat, 23 Oktober 2009
Su Ha
Berbahagialah orang yang Su Ha (Suci hatinya).
Su Ha ............
Orang yang sensitif terhadap virus kerusakan
orang yang tidak lengah terhadap pikiran jahat
orang yang tidak terbuai oleh tipuan hati
orang yang sadar saat dosa mengintip di depan pintu hatinya
orang yang tidak membiarkan hatinya dicemari oleh pikiran jahat
orang yang introspeksi diri every time
orang yang bersedia dikoreksi oleh kebenaran
------------------------------- because they will see God ----------
Su Ha ............
Orang yang sensitif terhadap virus kerusakan
orang yang tidak lengah terhadap pikiran jahat
orang yang tidak terbuai oleh tipuan hati
orang yang sadar saat dosa mengintip di depan pintu hatinya
orang yang tidak membiarkan hatinya dicemari oleh pikiran jahat
orang yang introspeksi diri every time
orang yang bersedia dikoreksi oleh kebenaran
------------------------------- because they will see God ----------
Rabu, 02 September 2009
Senangnya Belajar
Sekitar 2 bulan terakhir ini, saya belajar untuk mengaturkan kegiatan dalam pembinaan umat. Tidak terasa dari perencanaan awal (kurang lebih setahun lalu), tahun ini baru terlaksana. Dengan doa dan pertolongan Roh Kudus, ada semangat yang menggebu untuk terlibat lebih lagi dalam pembinaan. Tantangan cukup banyak. Mulai dari diri sendiri, kadang kadang ada rasa malas, capek dan tidak bersemangat, juga hal-hal lain yang menghalangi.
Namun satu hal yang pasti, setelah kegiatan pembelajaran itu dimulai ternyata, saya sendiri juga diberkati dengan pelajaran yang harus saya ikuti. Belajar memang tidak kenal dengan waktu dan usia, harus terus menerus. Saya baca artikel tentang "khotbah", di situ penulis artikel alam pendahuluan mengatakan bahwa seorang pengkhotbah yang terampil dan skillfull memiliki semangat belajar yang tinggi, dan seorang yang "gila" buku, setiap minggu paling tidak ada dua sampai tiga buku di tangan. Waduh.... mantep banget. Kalau bisa membaca tiga bulan dalam seminggu, pasti seru. Ini semacam impian, tetapi bisa dicapai, kalau mau berusaha dan berjuang.
Saat saya membaca artikel itu, rasanya "semangat belajar" kembali naik, rasa malas mulai bergeser, dan digantikan dengan "keinginan" mencari lewat bacaan, baik di internet maupun buku biasa. Apalagi sebagai guru tentu harus banyak belajar.
Rekan-rekan yang mengajar kiranya tidak berputus asa dalam menyediakan waktu dan melatih diri untuk terus bertumbuh, terus memiliki pengetahuan yang up to date. Kita perlu terus memperbaharui pemahaman kita. Peningkatan mutu pendidikan pribadi harus ditingkatkan melalui etos belajar sendiri yang konsisten. Selamat belajar.
Namun satu hal yang pasti, setelah kegiatan pembelajaran itu dimulai ternyata, saya sendiri juga diberkati dengan pelajaran yang harus saya ikuti. Belajar memang tidak kenal dengan waktu dan usia, harus terus menerus. Saya baca artikel tentang "khotbah", di situ penulis artikel alam pendahuluan mengatakan bahwa seorang pengkhotbah yang terampil dan skillfull memiliki semangat belajar yang tinggi, dan seorang yang "gila" buku, setiap minggu paling tidak ada dua sampai tiga buku di tangan. Waduh.... mantep banget. Kalau bisa membaca tiga bulan dalam seminggu, pasti seru. Ini semacam impian, tetapi bisa dicapai, kalau mau berusaha dan berjuang.
Saat saya membaca artikel itu, rasanya "semangat belajar" kembali naik, rasa malas mulai bergeser, dan digantikan dengan "keinginan" mencari lewat bacaan, baik di internet maupun buku biasa. Apalagi sebagai guru tentu harus banyak belajar.
Rekan-rekan yang mengajar kiranya tidak berputus asa dalam menyediakan waktu dan melatih diri untuk terus bertumbuh, terus memiliki pengetahuan yang up to date. Kita perlu terus memperbaharui pemahaman kita. Peningkatan mutu pendidikan pribadi harus ditingkatkan melalui etos belajar sendiri yang konsisten. Selamat belajar.
Jumat, 05 Juni 2009
Hadapilah
Selalu ada hari dimana kita bekerja
Selalu ada masalah di dalam pekerjaan kita
Selalu ada cara untuk menghadapinya
Selalu ada implikasi baik positif maupun negatif
Hadapilah hari itu...... pekerjaan itu......
Selalu ada masalah di dalam pekerjaan kita
Selalu ada cara untuk menghadapinya
Selalu ada implikasi baik positif maupun negatif
Hadapilah hari itu...... pekerjaan itu......
Jumat, 29 Mei 2009
Di Meja Kerja
Terhampar jadwal tugas
penuh dengan ketegangan
tuntutan dan target pencapaian
Membelah satu demi satu jadwal
Menjabar satu demi satu tugas
Mengerjakan satu demi satu kegiatan
Menghindari keluhan
Menjamu etos semangat kerja
Mengejar ide-ide membangun
Merumuskan serpihan pikiran
Mewacanakan dalam catatan
Akhirnya, diceritakan, disharingkan, diberikan......
Disela pekerjaan, Suatu usulan.
penuh dengan ketegangan
tuntutan dan target pencapaian
Membelah satu demi satu jadwal
Menjabar satu demi satu tugas
Mengerjakan satu demi satu kegiatan
Menghindari keluhan
Menjamu etos semangat kerja
Mengejar ide-ide membangun
Merumuskan serpihan pikiran
Mewacanakan dalam catatan
Akhirnya, diceritakan, disharingkan, diberikan......
Disela pekerjaan, Suatu usulan.
Masker Hidup Kita
Satu hari lagi, anugerah dari sang Khalik, bagi setiap mahkluk di bumi. Detak jam telah melewati satu detik lagi, hidup yang penuh arti, dikaruniakan bagi setiap insan yang sadar, sadar akan kasih setia-Nya, kuasa-Nya, sistem alam semesta yang rapi tersusun, dan Dialah penopangnya. Sungguh suatu anugerah yang besar kita boleh mengenal Dia.
Saat membaca majalah Tempo edisi minggu ke-4 Mei 2009, saya terkesan dengan promosi "masker" yang tercantum dalam satu halaman penuh. Ada berbagai produk masker dari berbagai negara dan berbagai merek. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri dalam menjaring virus flu. Apalagi, virus tidak terditeksi dengan mata kita, bisa melewati udara dengan bebas. Ditambah lagi, berita "virus H1N1" yang menambah korban di negara Meksiko. Perlunya memiliki sebuah masker tentu tidak dapat dihindari. Masker bisa melindungi, paling tidak, tubuh dari virus yang mematikan itu. Ada satu produk yang dapat menjaring virus atau bakteri, saat virus tersebut sampai di bagian masker, maka dia akan di"matikan".
Saya teringat akan bahaya dosa, yang mirip virus mematikan, yang bisa saja masuk ke dalam pikiran, tanpa disadari, tidak terlihat, dan sangat berbahaya. Tentu harus ada masker rohani dalam hati dan pikiran kita. Terus saya renungkan, ternyata "firman Tuhan" itulah yang menjadi masker yang manjur. Virus dosa yang mematikan menyerang jalur operasional pengaturan hidup yaitu otak (nama lain: pikiran).
Pagi ini saya membaca renungan tentang perlengkapan rohani dalam Efesus 6:17, "dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah." Firman Tuhan seperti ketopong, pelindung kepala seorang tentara Romawi jaman dulu. Seperti Masker bagi hidung kita agar terhindar dari zat yang merusak tubuh. Sebagai orang percaya, saya juga perlu terus senantiasa menggunakan Masker "Firman Tuhan" ini.
Selamat......bekerja.....
bagi rekan-rekan yang sedang bergumul dengan pekerjaannya.
Saat membaca majalah Tempo edisi minggu ke-4 Mei 2009, saya terkesan dengan promosi "masker" yang tercantum dalam satu halaman penuh. Ada berbagai produk masker dari berbagai negara dan berbagai merek. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri dalam menjaring virus flu. Apalagi, virus tidak terditeksi dengan mata kita, bisa melewati udara dengan bebas. Ditambah lagi, berita "virus H1N1" yang menambah korban di negara Meksiko. Perlunya memiliki sebuah masker tentu tidak dapat dihindari. Masker bisa melindungi, paling tidak, tubuh dari virus yang mematikan itu. Ada satu produk yang dapat menjaring virus atau bakteri, saat virus tersebut sampai di bagian masker, maka dia akan di"matikan".
Saya teringat akan bahaya dosa, yang mirip virus mematikan, yang bisa saja masuk ke dalam pikiran, tanpa disadari, tidak terlihat, dan sangat berbahaya. Tentu harus ada masker rohani dalam hati dan pikiran kita. Terus saya renungkan, ternyata "firman Tuhan" itulah yang menjadi masker yang manjur. Virus dosa yang mematikan menyerang jalur operasional pengaturan hidup yaitu otak (nama lain: pikiran).
Pagi ini saya membaca renungan tentang perlengkapan rohani dalam Efesus 6:17, "dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah." Firman Tuhan seperti ketopong, pelindung kepala seorang tentara Romawi jaman dulu. Seperti Masker bagi hidung kita agar terhindar dari zat yang merusak tubuh. Sebagai orang percaya, saya juga perlu terus senantiasa menggunakan Masker "Firman Tuhan" ini.
Selamat......bekerja.....
bagi rekan-rekan yang sedang bergumul dengan pekerjaannya.
Langganan:
Postingan (Atom)